Tampilkan postingan dengan label Lomba Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Esai. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2020

Lomba Esai Tingkat Nasional LEPPAMI HMI


DEADLINE:  30 JULI 2020

HADIAH

Juara 1 : 1.000.000
Juara 2: 700.000
Juara 3: 500.000
Juara Favorit: 300.000

Pemerintah saat ini masih disibukkan dengan penanggulangan Pandemi Covid-19. Berbagai langkah kebijakan pun dibuat untuk terus menekan angka penyebarannya hingga ke titik terendah (zero) dan termasuk membangkitkan kembali beberapa sektor yang terdampak dari adanya Covid-19. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat merasakan dampak dari merabaknya virus yang belum ditemukan vaksinnya sampai saat ini.
“Sebagai salah satu sektor penyumbang terbesar devisa pendapatan negara, sektor pariwisata mengalami pukulan yang telak akan adanya pendemi covid-19. Maka dari itu diperlukan gagasan dan strategi yang tepat untuk bangkit dari pandemi ini”, ujar Muh Jusrianto selaku Diektur Eksekutif Bakornas LEPPAMI PB HMI.
Menyikapi hal tersebut, Bakornas LEPPAMI PB HMI sebagai lembaga profesi yang konsen dibidang Kepariwisataan, Lingkungan Hidup dan Pecinta Alam menyelenggarakan kegiatan lomba essai tingkat nasional. Kegiatan ini mengusung tema "Sustainable Tourism and Environment in New Normal Era".
“Tema tersebut kami pilih untuk memberikan gagasan (problem solver) terkait bagaimana membangkitkan kondisi berbagai sektor khususnya pariwisata agar dapat bangkit kembali di tengah kebijakan ‘new normal’ dan tetap berlandaskan pada Sustainable Ecology”, lanjut Jusrianto.
Sementara itu, dari data yang ada (covid19.go.id) sampai tanggal 4 juli 2020, secara keseluruhan kasus covid-19 di Indonesia telah tercatat lebih dari 62.000 orang terkonfirmasi positif dan lebih dari 3.000 diantaranya meninggal dunia. Ditengah pandemi yang masih belum mereda pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menyambut era baru ‘New Normal’ dalam menjalankan berbagai aktivitas, tidak terkecuali untuk sektor pariwisata yang diharapkan segera untuk dibuka kembali.
Ditempat terpisah Setyo Nugroho selaku SC (steering Comite) kegiatan ini menyampaikan bahwa diperlukan ide dan gagasan untuk mendukung kebijakan yang telah dibuat pemerintah terkait "living in harmony with Corona" agar tidak sembarangan diterapkan.
“Apabila pemerintah telah memberikan lampu hijau untuk membuka kembali sektor pariwisata, tentunya dipelukan mitigasi dan implementasi rencana pemulihan awal dengan tetap mengedepakan protokol kesehatan. Maka dari itu melalui lomba essai ini diharapkan mampu memberikan beberapa rekomendasi yang ideal bagi pemerintah serta pelaku pariwisata lainnya”, pungkas Setyo yang juga sebagai Direktur Litbang Bakornas LEPPAMI PB HMI.
Kegiatan lomba essai ini sendiri telah dibuka pendaftarannya sejak 30 Juni 2020 dan berakhir di akhir bulan juli ini. Puncak acara akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2020 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memberikan beberapa hadiah jutaan rupiah bagi pemenang dengan berbagai kategori penilaian dari juri.
Selain itu, tulisan-tulisan yang terkumpul nantinya khususnya 20 tulisan yang masuk finalis akan dibukukan.

sumber: leppamihmi.org

Senin, 21 Agustus 2017

Call For Essay Indonesian Youth Summit 2017 "Aksi pemuda untuk Kewirausahaan Sosial"

Deadline: 10 September 2017
Hadiah: 3.000.000

Indonesian Youth Summit adalah acara tahunan dari Youth Studies Centre (YouSure) Fisipol UGM. Acara ini merupakan ajang bagi pemuda di seluruh Indonesia untuk bertemu, berdialektika dan menciptakan gagasan baru dalam merespon isu aktual dalam aktivitas kepemudaan. IYS 2017 mengusung tema " Aksi Pemuda untuk Kewirausahaan Sosial". Call for Essay adalah salah satu rangkaian kompetisi dalam rangka memeriahkan acara IYS ini. Berikut info lengkapnya.
Subtema
1. Aksi Pemuda Sociopreneur untuk optimalisasi potensi lokal dan pemberdayaan kaum Marjinal
2. Tekhnologi Informasi dalam kewirausahaan Sosial sebagai Medium Kebangkitan Masyarat Jejaring
3. Pemanfaatan Tekhnologi Tepat Guna dalam Penguatan Masyarat Akar Rumput
Syarat dan Ketentuan
1. Pemuda usia 16-25 tahun, dibuktikan dengan KTP/SIM
2. Mengirimkan 1 (Satu) karya essay dengan memilih salah satu subtema
3. Peserta lomba adalah individu bukan berkelompok
4. Karya merupakan pemikitian sendiri dan belum pernah diikutsertakan lomba atau dipublikasikan di manapun sebelumnya.
5. Mengunduh dan mengisi (1) Formulir Pendaftaran (2) Surat Penyataan Bebas Plagiat dan Bebas Publikasi Ganda yang dapat diunduh pada laman berikut : yousure.fisipol.ugm.ac.id/iys2017/
6. Peserta yang lolos ke baba final membayar Rp. 250.000/orang
Timeline
26 Juli 2017 – 10 September 2017           : Pengiriman Berkas
11 September 2017 – 25 September 2017 : Seleksi Naskah
26 September 2017                               : Pengumuman
*) 15 Essay Terbaik akan mengikuti rangkaian acara final di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada 10 – 12 Oktober 2017
Hadiah
3 Orang Juara di Setiap panel tema akan mendapatkan Uang Tunai Rp. 3.000.000 dan Sertifikat
   
Infomasi Lebih Lanjut bisa dilihat dan diunduh di
yousure.fisipol.ugm.ac.id
Contact Person
082138250467 (Aldo)

Lomba Esai Konflik dan Krisis Kemanusiaan

Deadline: 15 September 2017

Hadiah: 

  • Juara 1: Rp. 5.000.000 + trofi + sertifikat + merchandise
  • Juara 2: Rp. 3.000.000 + trofi + sertifikat + merchandise
  • Juara 3: Rp. 2.000.000 + trofi + sertifikat + merchandise
  • 5 nominasi terbaik akan mendapatkan masing-masing: Rp. 1.000.000 + trofi + sertifikat + merchandise


Lomba Esai Kemanusiaan ICRC-Qureta 2017: Konflik dan Krisis Kemanusiaan
Dewasa ini, dunia kita seperti sedang menghadapi apa yang disebut penulis India, Pankaj Mishra, sebagai abad kemarahan (age of anger). Ada banyak gesekan dan ketegangan yang berujung konflik, baik di tingkat lokal, regional, maupun global.
Di tingkat global, gejala populisme dengan propaganda-propaganda berbasis sentimen primordial sedang mengalami pasang naik. Terorisme dapat mengancam negara mana saja.
Di Eropa, ketegangan di Ukraina masih membara. Timur Tengah masih menjadi medan perang proxy yang melibatkan banyak pihak, baik di Suriah, Irak, maupun Yaman. Sudah enam tahun perang berkecamuk dan tak kunjung reda. Sudah begitu banyak pula korban harta dan nyawa.
Konflik dan ketegangan di Timur Tengah juga punya kecenderungan menjalar ke kawasan lain macam Asia Selatan ataupun Asia Tenggara. Di Asia Selatan, Afghanistan, dan Bangladesh masih menghadapi berbagai ketegangan dan tak kunjung stabil. Di Asia Tenggara, konflik masih berkecamuk, baik di Myanmar, Filipina Selatan, maupun Thailand Selatan. Perebutan kota Marawi di Mindanao medio April lalu oleh IS-Ranao juga membuat situasi kian rumit.
Saat ini, Indonesia memang tak lagi mengalami konflik komunal sebagaimana di permulaan era Reformasi 1998. Namun, berbagai ketegangan di tingkat nasional maupun lokal masih mewarnai kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara. Narasi-narasi konflik masih menghantui dan membuat kita makin waswas akan keberlangsungan kehidupan masyarakat majemuk secara harmonis.
Semua ketegangan atau konflik di atas tentu punya konsekuensi-konsekuensi kemanusiaan. Jatuhnya banyak korban harta dan nyawa, misalnya. Juga munculnya gelombang pengungsi dalam negeri (internally displaced people) atau ke luar negeri (migrant) yang tak jarang pula memicu krisis kemanusiaan dan problem-problem baru di tingkat global maupun nasional.
Nah, demi mencermati fenomena di atas dan dalam rangka memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia yang jatuh pada tanggal 19 Agustus, apa yang dapat Anda renungkan tentang ini? Apa faktor-faktor pemicu ataupun mekanisme yang dapat meredam terjadinya krisis kemanusiaan? Apakah hukum dan norma-norma lokal maupun global sudah cukup memadai untuk menghadapi konflik terkini? Seberapa gawat problem migrasi dan problem baru yang menyertainya? Apa yang bisa kita perbuat untuk mencegah konflik dan membantu korban?
Jika Anda punya renungan, riset, ataupun studi seputar konflik dan krisis kemanusian yang cocok dengan topik-topik di bawah ini, segera kirimkan tulisan Anda untuk memenangkan Lomba Esai ini.
Tema Utama
Konflik dan Krisis Kemanusiaan
Topik-Topik:
  • Sebab-sebab Pemicu dan Peredam Konflik
  • Peran Agama dalam Konflik dan Kemanusiaan
  • Aspek Hukum dan Kemanusiaan dalam Konflik
  • Pengelolaan Konflik dan Masalah Hak-Hak Asasi
  • Konflik dan Problem Migrasi Masa Kini
  • Konflik Regional dan Pengaruhnya terhadap Situasi Nasional
  • Hukum Adat dan Konflik Komunal
Ketentuan dan Panduan
  • Peserta diwajibkan mengisi formulir di bawah ini dan memiliki akun di Qureta serta mengirim tulisannya lewat link ini.
  • Beri tanda pagar #LombaEsaiKonflik di akhir tulisan.
  • Tulisan adalah asli karya sendiri dan belum pernah dilombakan di media mana pun.
  • Panjang tulisan berkisar antara 800 hingga 1500 kata.
  • Boleh mengirim lebih dari satu tulisan. Yang akan diseleksi juri hanyalah tulisan terbaik yang dikirimkan.
Jadwal Lomba:
  • Lomba dimulai pada 1 Agustus 2017 dan berakhir pada 15 September 2017.
  • Nama-nama finalis akan diumumkan di web Qureta seminggu setelah penutupan lomba.
  • Seluruh finalis akan diundang menghadiri Malam Penghargaan Lomba Esai ICRC-Qureta pada 26 September 2017.
Kriteria Penilaian
  • Kesesuaian dengan tema.
  • Orisinalitas alias tidak menjiplak.
  • Kualitas dan gaya bahasa.
  • Kreativitas atau cara penyajian isi tulisan.
  • Keputusan juri tidak bisa diganggu-gugat.
Hadiah
Total hadiah Lomba Esai ini adalah Rp. 15.000.000,- yang akan dibagikan dengan komposisi berikut:
  • Juara 1: Rp. 5.000.000 + trofi + sertifikat + merchandise
  • Juara 2: Rp. 3.000.000 + trofi + sertifikat + merchandise
  • Juara 3: Rp. 2.000.000 + trofi + sertifikat + merchandise
  • 5 nominasi terbaik akan mendapatkan masing-masing: Rp. 1.000.000 + trofi + sertifikat + merchandise
Informasi lebih lanjut:
  • 081228891289 (Nash)
  • 081293399633 (Bintang)
  • blogs.icrc.org/Indonesia
Form pendaftaran di

Selasa, 29 November 2016

Kompetisi Esai NU Online

DEADLINE: 31 Desember 2016
HADIAH:
*Juara I : 5 juta, sertifikat, tropi *Juara II : 3 juta, sertifikat, tropi *Juara III : 2 juta, sertifikat, tropi *Juara Harapan 1-3 : 1 Juta rupiah

*KOMPETISI PENULISAN ESAI NU ONLINE*
*Tema* 📚
_1. Islam Damai_ _2. Bhineka Tunggal Ika_ _3. Kewarganegaraan_
✍ *Pilihan Bentuk Tulisan* ✍
👳 _*Tokoh inspirasi*_, mengulas soal kiprah figur—baik populer maupun tidak—dalam perjuangan menciptakan perdamaian, mewujudkan harmoni dalam keberagaman, mendukung terciptanya hidup keberwarganegaraan yang sehat.
📿 _*Peristiwa*_, meliputi sejarah atau kasus faktual yang menyinggung ketiga tema itu agar menjadi i‘tibar bagi masa depan Islam yang damai, berperadaban dengan kebhinnekaan, mendukung keadilan dalam hidup berbangsa dan bernegara.
🔮 _*Gagasan*_, menyodorkan pandangan penulis seputar tiga tema tersebut, baik tentang temuan baru, langkah-langkah strategis, ataupun solusi alternatif.
*Ketentuan:* 📜
1. Lomba untuk umum 2. Karya bersifat orisinal dan belum pernah dipublikasikan di media manapun, serta tidak sedang diikutkan dalam perlombaan yang serupa. 3. Peserta hanya diperbolehkan mengirim satu naskah. 4. Hak publikasi naskah yang telah dikirim menjadi milik panitia.
*Panduan:* 📝
1. Peserta mengirim naskah ke alamat email: lomba@nu.or.id 2. Naskah esai terdiri atas 2500-3000 kata. 3. Judul naskah bebas, disesuaikan dengan tema dan topik lomba 4. Naskah esai dikirimkan dalam format MS Word 5. Font Time New Roman, 12, spasi 1.5 6. Format file Rich Text Format dalam kertas A4
*Pengiriman naskah:* 1 November-31 Desember 2016
*Pengumuman pemenang:* 📩 31 Januari 2017
sumber: www.nu.or.id

Kamis, 20 Oktober 2016

Lomba Menulis Esai Balai Bahasa UGM

DEADLINE: 6 November 2016
HADIAH:
Hadiah
Pemenang I             : Rp 1.500.000,00 + Sertifikat cetak
Pemenang II            : Rp 1.250.000,00 + Sertifikat cetak
Pemenang III           : Rp  1.000.000,00 + Sertifikat cetak
Pemenang IV          : Rp    750.000,00 + Sertifikat cetak
Pemenang V            : Rp    500.000,00 + Sertifikat cetak


Syarat Umum
  • Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Lomba dibuka sejak 6 September sampai dengan 6 November 2016 pukul 23.59 WIB.
  • Tema esai bebas
  • Esai tidak menyinggung unsur SARA.
  • Esai yang diikutsertakan dalam lomba harus asli, bukan saduran, terjemahan, dan belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun non-cetak.
  • Esai yang dilombakan belum pernah diikutsertakan dalam lomba apa pun sebelumnya.
  • Pengumuman pemenang akan dipublikasikan pada malam puncak Bulan Bahasa 2016 dan media sosial Bulan Bahasa 2016 pada 26 November 2016.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
Syarat Khusus
  • Biaya pendaftaran setiap esai Rp 30.000,00
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
  • Esai diketik rapi menggunakan MS Word, kertas A4, huruf Times New Roman 12 pt, spasi 1,5, sepanjang 4-7 halaman.
  • Melampirkan fotokopi atau scan Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Kartu Tanda Penduduk/SIM.
  • Melampirkan fotokopi atau scan bukti pembayaran.
  • Melampirkan biodata diri dalam lembar terpisah yang memuat alamat, alamat e-mail serta nomor telepon yang dapat dihubungi.
Lain-lain :
  • Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui rekening berikut:
Mandiri          9000014304605 atas nama Rizky Aida Thoharah
BRI                594501009594530 atas nama Rizky Aida Thoharah
BNI                0436039374 atas nama Rizky Aida Thoharah
BCA              0981780182 atas nama Rizky Aida Thoharah
  • Atau mendatangi kami langsung ke Fakultas Ilmu Budaya kemudian ke stan Bulan Bahasa 2016. Stan dibuka mulai tanggal 13 September 2016—4 November 2016, Senin—Jumat pada pukul 9.00WIB—16.00WIB.
  • Setelah melakukan pembayaran silakan konfirmasi melalui
Delia (082291443545) dengan format :
(Nama Lengkap __Jenis lomba___Bank)
Pitry Shara__Esai___BRI
Seluruh kelengkapan naskah lomba dikirim melalui email ke esaibulanbahasa@gmail.comdengan subject LOMBA PENULISAN ESAI.
Naskah lomba bisa juga dikirim melaui pos ke Sekretariat Bersama Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta. 52281, telp. (0274) 513096 atau datang langsung ke Fakultas Ilmu Budaya kemudian ke stan Bulan Bahasa 2016. Stan dibuka mulai tanggal 13 September 2016—4 November 2016, Senin—Jumat mulai pukul 9.00WIB—16.00WIB.

  • Follow akun twitter Bulan Bahasa 2016 @BulanBahasaUGMlalu mention judul naskah yang sudah dikirim.
  • Seluruh peserta Lomba Penulisan Esai Bulan Bahasa UGM 2016 akan mendapatkan sertifikatnon-cetak.

Senin, 03 Oktober 2016

The 1st ASEAN-Korea Academic Essay Contest

DEALINE: 14 Oktober 2016
HADIAH: 

- 6 winning essays will be awarded, and will be printed in an AKC booklet that will be distributed regionally. Among those selected, essays that are written in English will also be printed in The Korea Herald, a major English Newspaper in Korea.
- Winners will be offered an opportunity for a study trip (4 nights/5 days) either to an ASEAN country or to Korea based on their nationalities:
a) Korean students – Visits to the ASEAN Secretariat, research institutes, and cultural sites in Indonesia
b) ASEAN students – Visits to the ASEAN-Korea Centre, universities, and cultural sites in Korea
*Travel expenses (airfare, accommodation, etc.) will be covered by the ASEAN-Korea Centre.


Call for Papers:
The 1st ASEAN-Korea Academic Essay Contest

Organized by ASEAN-Korea Centre and Korean Institute of Southeast Asian Studies

BACKGROUND
ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), embarked on its journey towards further integration, has recently launched the ASEAN Community at the end of 2015, and will be celebrating its 50th Anniversary establishment next year. Amid these developments in ASEAN, the partnership between ASEAN and Korea continues to make remarkable progress in a wide range of areas including security, economy, and socio-culture. 2017 has been designated as the ASEAN-Korea Cultural Exchange Year by the leaders of ASEAN and Korea, and it is also when the ASEAN Culture House will be officially open.
Against this backdrop, the ASEAN-Korea Centre, an inter-governmental organization mandated to promote economic and socio-cultural cooperation between ASEAN and Korea, invites students both in ASEAN and Korea to share their perspectives and knowledge on the ASEAN-Korea relations and the ASEAN Community. These collective efforts by the future leaders of ASEAN and Korea will be a significant contribution towards a lasting and genuine partnership between ASEAN and Korea.

THEME (select one of the following three themes)
1. ASEAN in the past 50 years, and ASEAN-Korea relations in the next 50 years
Established in 1967, ASEAN is widely recognized as a successful model for regional integration. What factors have contributed to ASEAN’s remarkable achievements over the past 50 years, and what is the path that ASEAN and Korea need to take for a mutually beneficial partnership?

2. Where the ASEAN Community is Heading Towards: Challenges and Prospects
What kind of challenges lie ahead of the ASEAN Community and how can ASEAN successfully address them? What would a resilient, inclusive, people-oriented and people-centred community that ASEAN is heading towards, look like?

3. ASEAN-Korea Socio-cultural Partnership: Towards a Reciprocal Understanding
Ahead of the ASEAN-Korea Cultural Exchange Year and opening of the ASEAN Culture House in Busan in 2017, it is worth assessing the past and current developments of socio-cultural cooperation between ASEAN and Korea. What kind of cooperative efforts have there been, and what further actions must be taken for a better understanding among the peoples of ASEAN and Korea?

ELIGIBILITY FOR PARTICIPATION
The contest is open to both ASEAN and Korean undergraduate and graduate students.

LANGUAGE
English or Korean
*Abstract for both English and Korean essays must be written in English. 

DEADLINE AND REQUIREMENTS 
Submission: 14 October 2016
Winner Announcement: 1 November 2016
Required Documents: 
1) Essay 
2) Abstract
3) Application form

FORMAT
EnglishKorean
4,000 words (10 pages)
Times New Roman
12 points
1.5 interlinear
3,000 words (10 pages)
한컴바탕
11 points
1.5 interlinear
*Abstract: 450 words / 1 page
- Essays must be submitted and formatted in Microsoft Word.
- In-text citations must be made in APA (sixth edition).

JUDGING
All eligible entries received will be assessed by a qualified panel of judges chosen by the ASEAN-Korea Centre.

NOTICE 
- All requirements must be sent electronically by the submission deadline to essay@aseankorea.org.
- About the plagiarism policy, refer to www.plagiarism.org.
- Essays must be written by one person. Co-authored essays are not accepted.
- Only original and unpublished essays will be considered for assessment.

RECOMMENDED REFERENCES
All applicants are kindly recommended to visit the ASEAN E-Library (http://elibrary.aseankorea.org) and read the key documents on ASEAN Community and ASEAN-Korea relations including ASEAN Community Vision 2025, ASEAN-ROK Plan of Action to Implement the Joint Declaration on Strategic Partnership for Peace and Prosperity 2016-2020, Joint Statement of the ASEAN-ROK Commemorative Summit.

sumber: aseankorea.org

Selasa, 27 September 2016

ISRSF Essay Competition for Indonesian Women

DEADLINE: 15 November 2016
HADIAH: 


1st Prize: Rp. 10,000,000
2nd Prize: Rp. 8,000,000
3rd Prize: Rp. 6,000,000

The Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF) invites talented Indonesian women to participate in the Foundation’s Essay Competition for Indonesian women. The goal of this competition is to recognize the work of Indonesian women interested in social sciences and to inspire young Indonesian women to become scholars. 
 
Guidelines
► Who is qualified to enter the competition?
• Female Indonesian citizen
• Strong interest in social sciences or humanities.
• You hold either an S1 or S2 degree as of the end of 2016.
• You are 35 years old or younger at the time you submit your essay.
• You have not yet started any Ph.D program.

► What can you write about?
• Any non-fiction subject in the social sciences or humanities, such as anthropology, gender studies, history, politics, development studies, philosophy, or sociology.

► When is the deadline?
• Essays must be submitted online to ISRSF no later than 15 November 2016 at midnight (WIB).
► What are the criteria for winning?
• Originality, clarity, coherence, use of sources, and the quality of the writing.
► Other guidelines?
• Essays must be written in English and carefully edited for content, spelling, and grammar.
• Essays must be non-ficton, based on research, and be 2,500 words or less.
• Essays must be written and edited by the same individual (no outside help).
• Each writer can submit only one essay for this competition.
• Essays must be new, original, and written specifically for this competition.
• Previously published essays, whether in print or online (in any form), will not be accepted.
• All sources (primary or secondary) used in the essay must be fully and properly cited. All direct quotes must appear in quotation marks.
• ISRSF will scan all essays using plagiarism software that can detect any material previously published in books, articles, or available online.
• Essays should have a title. The author’s name should appear under the title. Avoid using headers and footers.
• Essays must be submitted in Word .doc or .docx format. Use 12 pt Times New Roman font. PDFs will not be accepted.
• Margins should be set to 1” on all sides. Pages should be numbered.
• ISRSF reserves the right to publish the winning essays and name the winning writers on its website.
  • Please send your essay attached with the Essay Competition for Indonesian Women Form and a scan of your ID (KTP) for verification to: women@isrsf.org 
     
Panel of Judges
All essays will be read and judged by an independent panel of Indonesian and international historians. The panel reserves the right not to award a prize if no essay qualifies. The panel’s decisions regarding prize winners are final.
 
Awards
• Based on the decisions of the judges, IRSRF will award first, second, and third prizes in the amounts of Rp. 10 million, Rp. 8 million, and Rp. 6 million, respectively.
• Prize winners will also receive an award certificate from ISRSF and will be featured on the Foundation’s website.
• Prize winners are automatically eligible to be interviewed by ISRSF for a prestigious Arryman Fellow award.
• No one currently affiliated in any way with ISRSF can submit an essay.
 
Essays will be judged by an independent panel of professional historians and winners will be announced on ISRSF’s website by January 9, 2017
luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com